I Like Make Up, but My Husband Doesn’t

Foto: Vector Make Up Girl
Foto: Vector Make Up Girl

Ada sebuah joke tentang perbedaan istri cantik dan jelek di mata suami. Kalo istri cantik cemberut, suami bilang, “Biar kamu cemberut, teteup cantik kok.” Tapi, kalo istri jelek cemberut, suami komentarnya, “Muka udah kerut, makin mengerut deh.”

Ada lagi, kalo istri cantik gak sempat masak, suami bilang, “Gak papa, malam ini kita makan di luar aja ya?” Sebaliknya, kalo istri jelek lupa masak, suami bilangnya, “Masak aja malas. Percuma udah dibeliin kompor gas.” 😀

Atau ini, kalo istri cantik gak dandan pas jalan keluar, suami bilang, “Kamu dandan gak dandan teteup aja cantik, sayang.” Tapi, kalo istri jelek gak dandan pas jalan keluar, suami bilang, “Cantik dikit dong. Ntar dikira aku jalan sama ibuku lagi.” 

Gaessss, namanya juga joke. Jangan diambil hati ya? ^_^

Udah pertengahan Oktober, dan aku baru posting satu kali dibulan ini. Kepikiran pengen nulis judul di atas karena akhir-akhir ini suami rada bawel masalah dandananku.

Istri kan dandan buat suami. Istri merasa lebih semangat nemenin suami jalan keluar kalo dandan. Ya, paling gak dandan minimalis, polesin bedak dan lipstik tipis tok. Tapi, hal berbeda kujumpai dengan suamiku.

Suatu hari suami bingung waktu menemaniku ke Ramayana dan beli peralatan make up standar. Aku belanja make up itu paling cepet sekali enam bulan, bahkan sekali setahun, awetttt bener. Ceritanya waktu itu aku beli bedak, lipstik, eye shadow, blush on, lipliner, sama krim. Suamiku kaget. Dia tahunya make up itu cuma bedak sama lipstik doang. “Ini mau dipake ke muka semua, sayang?” tanyanya. Hihihi.

Setiap mau jalan keluar, si mas di depan kaca kadang suka iseng awasin aku, lihat caraku berdandan. Tak jarang, si mas iseng hapusin bedakku dan bilang, “Gak usah dandan ma, udah gitu aja polos.” Mas juga bilang bibirku itu udah pink, gak usah dipakein lipstik. Whatttttt??????

Urusan dandan dan dapur, sejatinya itu 100 persen ranah istri. Apa jadinya kalo suami ikutan nimbrung? I like make up, but my husband doesn’t 😦 But, heyyy, there’s always a reason for this.

Rupanya suami sudah terbiasa dengan tampilan alami istrinya. Suami sangat woles jika istrinya tak berdandan, tapi yang namanya ‘mandi’ itu wajib fardhu ain. Hehehe. Kita, perempuan, mungkin berpikir ingin tampak sempurna dan berusaha menyembunyikan kekurangan-kekurangan kecil di wajah, apakah itu goresan, bekas jerawat, flek hitam, komedo, atau kulit wajah sedikit bersisik. Berapa banyak kalian yang berpikir seperti itu?

Aku percaya bahwa setiap perempuan harus terlihat rapih dan cantik. Aku mungkin sudah meninggalkan riasan di rumah, tapi masih setengah-setengah jika harus tanpa make up di luar rumah. Well, setidaknya aku sudah mencoba 😀

Bagi kamu yang masih belum bisa ninggalin make up sepenuhnya, mungkin kamu harus tahu bahwa banyak perempuan merasa harus memakai make up setiap hari untuk membuat orang-orang sekitar merasa nyaman di dekatmu. Apa iya segitunya? Atau, itu cuma pikiran neurotik perempuan saja yang terjebak dalam dunia ala Betty Lavea jadul atau versi jaman sekarang alias ‘jarang’nya adalah dunia Kim Kardashian.

Percayalah, ketika wanita dewasa berbicara tentang apa yang membuat mereka bahagia? Maka, make up tak pernah masuk ke dalam deretan jawaban itu. Kecuali, ya tadi itu, perempuan yang sudah terjebak dalam dunia Kardashian.

Suami sederhananya berpikir alangkah menyenangkannya memiliki istri yang bisa berdandan, tapi bukan istri yang dandanannya harus sekumplit toko kosmetik. Ada beberapa alasan versi suami dan ini merupakan wawancara beberapa orang temanku yg sudah berkeluarga.

Suami selalu ingat kesan pertama. Kesan pertama suami saat melihat wajah alami istrinya akan selalu melekat di benaknya. Ini adalah cara otak manusia bekerja. Jadi, pastikan kamu tidak membiasakan bertemu kekasih atau calon pasanganmu selalu dalam dandanan wah. Takutnya, setelah menikah dia malah kaget karena wajahmu berubah 180′.

Ketika menikah, kamu gak akan punya waktu cukup untuk berdandan setiap detik setiap menit. Suami akhirnya terbiasa dengan wajah alami istrinya. Oleh sebabnya, hal yang harus kamu lakukan adalah memperbaiki tampilan wajah alami, ketimbang sibuk memolesnya supaya terlihat cantik.

Kamu cukup rajin cuci muka, banyak minum air putih, olah raga dan tidur cukup. Ssssttt, pria lebih was was dengan istri yang kurang pandai menjaga bentuk tubuhnya, ketimbang istri yang tidak bisa make up. Just info, ini juga wawancara para pria berstatus suami di luar sana yang juga temanku. Hihihi.

Suami pada akhirnya akan melihat istri tanpa make up. Tak perlu melakukan upaya berlebihan, misalnya pergi ke salon sebelum nge-date bersama sang pacar. Setelah menikah, kamu tak akan punya waktu untuk menata rambut, pake krim wajah berlapis-lapis kaya wafer tango, atau pake lipstik mejikuhibiniu. Cukup gunakan waktumu untuk tampil senormal mungkin.

Pria tak suka istri yang hidupnya diatur penampilan. Setelah berumah tangga, ada masanya suami istri melakukan berbagai kegiatan bersama. Misalnya, pergi berkemah, berenang, atau sekadar nyebur ke pantai. Nah, apakah kamu harus berdandan juga? Apakah kamu harus disibukkan dengan pertanyaan, mau pake baju apa? Cuacanya panas banget gak? Kalo iya, berarti harus beli topi dan kacamata biar gak silau. Atau, kudu beli krim muka SPF 15, 25, dll supaya gak terbakar matahari. Argggggh, so ribet.

Suami suka istri apa adanya. Percaya diri berakar dari persepsi diri yang sehat dan bangga akan penampilan sendiri. Kepercayaan diri lebih penting dibandingkan mengorbankan sejumlah uang untuk membeli make up atau ke salon untuk cantik dan meningkatkan percaya diri setelahnya.

Wanita yang memancarkan rasa percaya diri dan kebahagiaan selalu tampak lebih menarik. Analogi sederhananya, tak perlu mengirim foto dandan maksimal untuk pacar atau suami di kantor, cukup kirim foto kamu dengan senyum termanismu 🙂

Cantik ala suami itu relatif. Setelah menikah, kategori cantik versi suami terhadap istrinya berubah seketika. Cantik menurut suami bukan hanya wajah alami, namun bisa jadi porsi lain jauh lebih besar. Misalnya, suami bilang istrinya cantik karena pintar memasak, selalu bersih dan wangi, bisa kerja sekaligus mengurus keluarga, rajin shalat, menyenangkan secara seksual, atau ramah. Sederhana sekali bukan?

Foto: Covers Like
Foto: Covers Like

Catatan akhir yang tak kalah pentingnya adalah suami mencintai istri yang memperkuat kecantikan dari dalam alias inner beauty. Ini melebihi apapun jenis kosmetik termahal yang dimiliki seorang Kardashian. Kamu tak perlu menjadi supermodel untuk bisa mendapatkan pujian cantik dari suami. It will be more comfortable if you make him feel simply and naturally.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s