Peralatan Perang MPASI Mae

bacasitus.jpg
Foto: Bacasitus

ASI eksklusif (ASIX) Maetami insya Allah akan selesai dua pekan lagi. Enam bulan sudah perjalanan meng-ASI-ku yang penuh drama. Anak kacang siap-siap masuk ke tahap selanjutnya, yaitu makan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Anak pertama tentunya membuat ibun dan papanya rempong, bahkan bikin kepo nenek guru, andung utan, kakek sawit, dan nenek sawitnya di penjuru Nusantara sana (mulai lebayyyyy). 

Aku dan mas komitmen Mae gak akan makan MPASI pabrikan, seperti bubur instan. Insya Allah ibun siap berperang dengan segudang menu sehat dan bergizi, dibantu peralatan dapur dari papa untuk menyiapkan home-made babyfood untuk kamu, cang.

There is always first time for everything! Termasuk aku, ibu baru yang berjibaku mempersiapkan berbagai alat perang MPASI Mae. Begitu jalan ke Transmart Carrefour Sunset Road, Kuta, khususnya di babycenter, mata mulai ‘belo’ ke sana kemari melihat berbagai peralatan MPASI yang super canggih dan praktis.

Oke! Breath Muthe, gak semua harus dibeli. Berpikirlah logis, apa yang sebetulnya benar-benar kamu butuhkan buat meringankan sedikit pekerjaanmu di dapur. Jangan mudah tergoda berbagai properti bayi yang pada dasarnya hanya digunakan dalam waktu singkat, cuma sampai Mae bisa makan satu meja dengan ibun dan papanya.

Tidak semua peralatan MPASI berikut wajib dimiliki oleh ibu-ibu. Toh, dulu ibuku juga cuma modal kukusan dan saringan kawat doang, dan buktinya? Aku tetap tumbuh sehat hingga dewasa. Inti dari semua perlengkapan MPASI adalah bersih, steril, dan gak harus mahal. CATAT! Gak harus mahal. Oke deh, yuk kita mulai cap cip cup persiapan alat perang MPASI Rayna Maetami Bogara.

1.Pisau dan talenan

Dua benda ini wajib baru. Kenapa? Karena syarat utama MPASI tadi adalah bersih dan steril. Bisa dibayangkan talenan yang mungkin udah ada di dapur kita sejak awal nikah juga digunakan untuk bayi. Talenan yang berulang kali jadi tempat ‘eksekusi mati’ ayam, cumi, udang, ikan, hingga daging sapi, belum lagi bekas irisan bawang dan cabai, ditambah lagi talenan berbahan kayu? Duh, kasihan banget si bayi baru makan perdana udah tercemar berbagai kuman. Hehehe. Cukup bapak ama emaknya aja yang udah terlatih pake talenan kayak gitu.

2. Kukusan

Barang ini juga wajib baru. Atau, jika masih ada yang lama, jangan coba-coba pake lagi untuk masak makanan kita dan makanan bayi. Gak lucu kan? Kukusan bayi bau somay atau daging bakso? Hehehe.

P_20161124_195223.jpg

Kukusan sangat penting karena gak semua makanan bayi itu ideal direbus di dalam slow cooker atau panci demi mempertahankan kandungan gizinya. Contoh kasus, jagung pipil, tahu, tempe, sayur sawi, bayam, itu akan lebih bagus dikukus ketimbang direbus supaya zat-zat penting, khususnya vitamin dan mineral tidak semuanya larut bersama air. Kukusan ini alat dapur sejuta umat, gak harus beli yang versi teflonnya. Aku sendiri beli kukusan merek Jawa terbuat dari aluminium.

3. Blender dan saringan kawat

Blender dan saringan kawat meski perbedaan harganya jomplang banget, namun fungsi dasarnya tetap sama, menghaluskan makanan. Saat ini juga ada tuh blender yang juga dobel fungsi sebagai slow cooker, jadi makanan setelah dimasak gak perlu dipindahin lagi, tapi langsung diblend. Lagi-lagi, ini dipersilakan bagi yang punya duit lebih atau ibu-ibu yang gak mau repot.

P_20161124_180508.jpg

Aku sendiri masih pake anakan blender yang dibeliin suami waktu hijrah ke Bali dulu. Ibuku malah menyarankan sebaiknya makanan bayi gak usah diblender tapi pake saringan kawat. Anak katanya jangan terlalu dikasih makanan super halus kayak air, nanti lama gabung makan sama keluarga. Baby Led Weaning? Bisa jadi juga. Tapi, buat jaga-jaga, aku siapkan keduanya.

4. Slow cooker

Orang bilang, generasi sekarang bersyukur banget karena sudah ada slow cooker. Mereknya banyak, namun yang populer ada dua, Takahi dan Baby Safe. Ini peralatan masak super praktis buat ibu-ibu yang bayinya lagi MPASI. Tinggal colok 4-5 jam sebelum bayi sarapan pagi, besok paginya makanan dah jadi, tinggal diblend atau saring, lalu bagi deh buat porsi sarapan, makan siang, dan makan malam si kecil.

p_20161124_175820

Tak perlu khawatir dengan gizinya karena sistem slow cooker memasak pelan, sehingga nutrisi makanan tetap terjaga. Yakin tuh, dicolok 4-5 jam? Tenang buk ibuk, pilihlah slow cooker dengan penggunaan arus listrik rendah. Baby Safe yang kupakai ini arusnya cuma 80 watt, sama seperti lampu-lampu penerang di rumah.

5. Ice cubes dan botol MPASI

Ice cubes dan botol MPASI ini sangat mempermudah pekerjaan ibu-ibu. Mungkin ada yang mempersiapkan kaldu ayam, kaldu sapi, atau kaldu sayur untuk buah hatinya. Nah, daripada harus memasak berulang-ulang, lebih baik dibekukan dan tinggal diambil sesuai keperluan.

P_20161124_180348.jpg

Ice cubs itu ada yang bawaan dari kulkas, ada juga yang bisa dibeli terpisah. Nah, yang dibeli terpisah biasanya kayak boks makan, udah ada tray dan tutupnya, so kaldu-kalduannya tetap steril. Aku sendiri (lagi-lagi maunya efisien), pake ice cubes bawaan dari kulkas dan sebagian lain disimpan di botol ASIP yang jumlahnya lumayan banyak tersisa di rumah.

Kalo kamu pake ice cubes bawaan kulkas, jangan lupa untuk membungkusnya dengan plastik tertutup supaya kaldu tidak tercemar isi kulkas lainnya. Atau, kamu bisa menyimpan ice cubesnya di dalam wadah tertutup seperti wadah tupperware besar, baru masukin ke kulkas.

6. Spoon feeder dan sippy cup

Mengapa spoon feeder? Ini secara gak langsung bisa mengajarkan bayi transisi menggunakan sendok. Bayi dalam menu MPASI-nya pasti ada kalanya menikmati buah berair, seperti semangka, jeruk, melon, atau sekadar air putih. Nah, kamu bisa masukin ke dalam spoon feeder ini dan langsung deh disendokin ke bayi.

P_20161124_194723.jpg

Sippy cup juga penting karena bayi berumur enam bulan sudah mulai diajarkan minum pake sippy cup, gelas sloki, pipet, atau langsung pake gelas. Dot sendiri tidak dianjurkan penggunaannya pada bayi, bahkan sedari lahir karena berisiko bayi bingung puting. Mae sendiri frekuensi penggunaan dotnya sudah amat jarang dan mulai minum dari sippy cup. Beli yang murce aja ada kok, mereknya pigeon, komplit, mulai dari dot, sippy cup, pipet, sampe gelas langsung. Yang penting, pastikan semua BPA free, kalo bisa malah phthalate free juga.

7. Feeding set

Mangkuk kecil, mangkuk besar, sendok kecil, mangkuk penggilas, alat pemeras buah, parutan, semuanya standar yang perlu dimiliki ibu. Kebetulan, Mae dikadoin teman papanya. Jangan lupa wadah makanan yang ada tutupnya buat simpan makanan bayi di kulkas atau saat melakukan perjalanan.

p_20161124_180222

Apron alias celemek bayi sebaiknya dimiliki minimal tiga karena udah pasti si kecil makannya super belepotan.

8. Bahan makanan MPASI standar

Makanan dasar bayi itu standarnya dari beras putih, beras merah, ada juga yang pake tepung organik ‘gasol,’ oatmeal, EVOO, unsalted butter, keju, dan sebagainya. Khusus EVOO alias extra virgin olive oil atau yang lebih dikenal dengan minyak zaitun, sebaiknya available di rumah ya buk ibuk. Ini untuk menjamin supaya dalam tahap MPASI awal, bayi tetap mendapatkan asupan lemak sehat yang sangat dibutuhkan untuk perkembangannya.

EVOO ini brainfood sebab mengandung 9,7 persen omega-6 dan 0,76 persen omega-3 yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak bayi. EVOO bisa langsung dimasukkan ke dalam makanan bayi, tidak perlu dipanaskan dulu. Pilihan mereknya banyak, mulai dari Bertolli, Borges, Fillipo, dan kebetulan aku pake Colavita karena ada rasa lemon freshnya. Lidah bayi konon katanya suka yang rada asyem asyem syedep gitu.

colavita.jpg

Kalo keju yang rendah garam untuk bayi itu ada Babybell, Prochiz, atau Diamond. Aku pilih Prochiz aja karena gampang nyarinya di waralaba sejuta umat, seperti Indomart dan Alfamart. Prochiz ini berdasarkan pengalaman sendiri, memang rasanya tidak seasin merek keju lain, seperti Cheddar.

Unsalted butter yang umum adalah Lurpak, Anchor, atau Orchid. Semua bahan makanan standar ini tersedia di supermarket, atau pusat perlengkapan bayi yang udah populer, seperti Clandys. Kalo oatmeal, ada oatmeal khusus untuk bayi namun susyeeeh nyarinya. Jadi, kamu bisa pake Quacker Oat, tapi yang kemasan biru ya.

9. Menu MPASI

Satu bulan pertama menu MPASI bayi belum super heboh. Ibu cukup fokus pada satu jenis karbohidrat, buah, atau sayur. Iseng-iseng aku diapprove ke dalam grup Facebook Homemade Healthy Baby Food (HHBF) dan juga Baby Led Weaning (BLW). Alhamdulillah super duper terbantu dalam menyiapkan menu MPASI perdana untuk Mae.

Konsep dasar MPASI dua minggu pertama adalah menu tinggi serat dan rendah serat harus diselang-seling untuk menghindari bayi sembelit. Aku pun sudah menyusun beberapa menu MPASI tunggal Mae yang rencananya akan dikonsultasikan ke DSA-nya, Dokter Prayoga.

Aku sendiri prefer mempraktikkan konsep satu menu untuk dua hari. So, selama 14 hari ada tujuh menu pagi dan sore. Cuma, sebagai alternatif, aku menyiapkan 16 menu pilihan, tinggal dichecklist belakangan:

– Beras Putih (Pagi), Wortel (Sore)
– Kentang (P), Alpukat (S)
– Jagung Manis (P), Apel (S)
– Labu Siam (P), Kuning Telur (S)
– Ikan Dori (P), Kacang Panjang (S)
– Ubi Kuning (P), Tahu Putih (S)
– Oat (P), Semangka (S)
– Labu Kuning (P), Bayam (S)
– Kentang (P), Pir (S)
– Jagung Manis (P), Pisang (S)
– Beras Putih (P), Pepaya (S)
– Labu Siam (P), Buncis (S)
– Ayam (P), Brokoli (S)
– Ubi Kuning (P), Buah Naga (S)
– Oat (P), Jeruk Baby (S)
– Labu Kuning (P), Tempe (S)

10. Booster seat

Perlengkapan ini sengaja ditaruh paling akhir karena fungsinya menurutku cuma sementara, sampai bayi bisa merangkak dan duduk. Booster seat ini nama kerennya doang. Aslinya mah kursi makan untuk bayi. Yang penting ada kursi plus meja makannya, terbuat dari plastik dan dijual umum. Bentuknya ada yang high chair ada yang mini chair.

P_20161123_185429.jpg

Mae sendiri awalnya gak pengen beli booster seat, cukup bouncernya aja dimanfaatkan maksimal. Tapi, alhamdulillah dikadoin Baby Swing Pliko sama temen papanya (lagi-lagi kado, hoki banget ini bayi) yang berfungsi two in one, jadi booster seat jika dilepas, dan jadi ayunan ketika dipasang lengkap.

Selamat ber-MPASI ria! Tetap meng-ASI insya Allah dua tahun. Amiiin.

Advertisements

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s