Perlengkapan & Mainan Bayi: Beli atau Sewa?

CYMERA_20170123_095030.jpg

Minggu siang setelah paginya gagal piknik karena hujan, iseng-iseng aku, mas, dan putri kecil kami, Maetami main ke Kids Station di Mall Bali Galeria. Siapa sih yang gak betah muter-muter di toko mainan anak atau baby shop? Apalagi cari baby gears buat anak sendiri. Hepi sih, tapi kening langsung berkerut begitu melihat label harga yang tertera di masing-masing item.

Mainan paling murah buat bayi itu harganya 200 ribuan dan itu pun remeh banget itemnya. ELC mini activity cube misalnya, harganya mencapai Rp 250 ribu dan kalo yang giant bisa Rp 850 ribu. Duh Emen, mending ibun nabung emas, nambah saham, atau beli ORI lagi, nak (tuh, kan, lari ke ekonomi lagi bahasanya) 😀 Belum lagi kalo nanti anak cepat bosan dan nyuekin mainannya. Makin nyesek dan makan hati deh si emak.

Aku pun seperti makan buah simalakama, antara keinginan untuk membelikan Mae mainan baru, dengan efisien mengelola keuangan keluarga. Bukannya gak mampu beli, tapi worth it to buy gak sih? 

Iseng-iseng aku cek tagar di Instagram dengan kata kunci #sewamainananakbali #sewamainanbayibali dan sejenisnya. Akhirnya aku menemukan akun @sewamainandenpasar Jempolku pun menari indah di berbagai foto akun tersebut. 😀 Menemukan akun itu sama rasanya seperti ketemu botol aqua dingin setelah kamu capek lari maraton tiga putaran di Taman Niti Mandala Renon. Kalo kata Syahrini, “Sesuatu banget!”

Aku coba catat nomor whatsapp empu-nya akun, namanya Mba Christine. Sepuluh menit lebih WA-ku tak kunjung dibalas. Akhirnya si mba mengabarkan dua item mainan yang aku tanyakan ternyata available dan bisa dikirim dua hari lagi.

Sebagai perbandingan, playskool ride and push walker di Kids Station harganya Rp 880 ribu, sementara sewa Rp 80 ribu per bulan. Misalkan bayi latihan berjalan sendiri selama 2-4 bulan, maka aku hanya mengeluarkan biaya Rp 160-320 ribu. Jomplang banget kan harga sewa dan belinya?

Memang sih, sebagian ibu mungkin berpikir, “Mainannya kan bisa disimpan buat adeknya?” Duuuh, masih lambreta eike punya anak lagi bu. Belum lagi kerjaan suami yang unpredictable, alias tiba-tiba bisa saja pindah kerja ke kota berbeda (nasib jadi istri engineer). Gimana itu mikir pindahannya kalo semua barang didominasi mainan bayi?

Alasan lainnya, aku dan (mungkin) ibu-ibu lainnya menyadari bahwa anak cepat bosan dengan mainan. Benar, kan? Sebuah penelitian menyebutkan anak sejak lahir sudah dilengkapi dengan program berpikir tingkat tinggi alias highly order thinking. Langsung level-6 lho, setingkat sama Albert Einstein.

Sistem berpikir bayi yang mulai bisa main sendiri itu sama seperti anak tangga, mulai setingkat, naik dua tingkat, tiga tingkat, sampai enam tingkat. Mula-mula mereka memiliki rasa ingin tahu hal-hal baru (to know). Gak heran kalo Mae suka celingak celinguk kalo papa ibunnya mengerjakan sesuatu. Level kedua, bayi ingin memegang benda-benda yang menurutnya menarik (to do). Mae itu pasti maunya pegang barang yang dipegang orang lain.

Level ketiga, bayi ingin memperhatikan hal-hal baru dengan seksama (to understand). Gak heran jika bayi tersenyum jika melihat orang lain tepuk tangan atau dadah dadah. Level keempat, mulai liar nih, bayi itu suka memukul, membuang, membanting, atau membongkar barang (to test). Ini mah udah pasti dialami semua ibu yang punya bayi.

Level kelima, bayi memperhatikan reaksi setelah dia memukul, membuang, membanting, atau membongkar barang (to analyze). Dia akan melihat reaksi yang terjadi pada barang tersebut, juga reaksi dari orang-orang sekitarnya.

Level keenam, bayi akan menyimpulkan cara kerja dari benda-benda tersebut (to conclude). Ini misalnya, bayi yang awalnya tidak tahu cara menyalakan HP jadi tahu setelah memperhatikan orang tuanya. Bayi yang awalnya tidak tahu memencet tombol piano, jadi tahu dan akhirnya mendengar suara yang dihasilkan. Tidak heran jika ada yang mengatakan bayi adalah peniru ulung.

Ketika bayi sudah mencapai level terakhir, yaitu menyimpulkan hasil interaksinya dengan suatu barang, misalnya mainan, maka si bayi secara drastis kurang berkeinginan merespons mainan tersebut lebih sering. Jadi, ibu tak perlu heran mengapa mainan yang baru dibelikan cuma disentuh bayi selama tiga hari atau seminggu.

Berangkat dari alasan inilah aku kepikiran untuk tidak membelikan Mae banyak mainan. Toh, sebanyak apapun mainan yang dimiliki bayi, orang tuanya akan selalu menjadi mainan terbaik. Ceileee.

Bayi juga punya cara sendiri untuk membuat mereka nyaman bermain. Jangan heran jika si bayi bisa begitu girang hanya dengan memegang botol plastik bedak tabur, botol baby lotion, botol minyak telon, atau remote AC meski ada mainan super mahal di samping mereka. There are many ways to stimulate and entertain your child, whether or not you have a ton of toys. CMIIW!

CYMERA_20170115_103342.jpg
Kotak cotton buds pun bisa jadi mainan menarik untuknya

Jika orang tua tidak hati-hati, biaya membesarkan anak bisa membludak di awal-awal masa pertumbuhannya. Riset yang diterbitkan dalam buku berjudul ‘Baby Bargains’ menyebutkan orang tua baru biasanya menghabiskan enam ribu dolar AS atau setara Rp 8 juta hanya untuk belanja perlengkapan bayi menjelang melahirkan. Persis, aku pun menghabiskan pengeluaran yang sama saat menyambut persalinan Mae dulu.

Sejak Mae lahir, aku hanya menyiapkan 13 perlengkapan bayi. Sebagian besar dikadoin, sebagian lain beli. Level pentingnya juga beda-beda. Ada yang Penting Banget (PB), ada yang Cukup Penting (CP), dan ada juga yang Gak Penting-Penting Amat (GPPA). Hahahaha. Perlengkapan ini rata-rata bisa disewa juga kok. Coba aja cek Instagram, banyak akun sewa perlengkapan bayi di berbagai kota. Berikut list perlengkapan Mae yang kupunya.

1. Box bayi (CP)

1 box bayi.jpg
Foto: Tokopedia

2. Kasur matras (PB)

2 tokopedia.jpg
Foto: Tokopedia

3. Baby bouncer (PB)

3-baby-bouncer4. Stroller (CP)

4 tokopedia.jpg
Foto: Tokopedia
4 stroller.jpg
Stroller Baby Elle Malibu-2

5. Car seat (GPPA)

cymera_20161013_184331
Car Seat Baby Does Blue

6. Baby bath seat (PB)

6 baby bath.jpg
7. Breast pump (PB)

7 breast pump.jpg
8. Slow cooker (PB)

8 slow cooker.jpg

9. Baby food processor (CP)

9 food processor.jpg
10. Kulkas ASIP (PB)

10 bukalapak.jpg
Foto: Bukalapak

11. Baby swing (GPPA)

11 baby swing.jpg
Baby Swing Pliko, ayunan sekaligus booster chair

12. Baby carrier (CP)

123.jpg
MotherCare Baby Carrier 4 in 1

13. Baby pool (PB)

1234
Intex Baby Pool

Sebagian perlengkapan di atas alhamdulillah dikadoin sama teman-teman papa dan ibun-nya, kecuali nomor 1, 2, 4, 8, 9, 10 , 13. Jika dirupiahkan, harga 13 item di atas cukup membuat mata belo.

Enaknya sewa perlengkapan bayi itu apa sih?

1. Bisa trial

Banyak ibu yang bingung saat dicekokin berbagai perlengkapan bayi di IG atau website tertentu. Nah, biar tidak menyesal sebelum membeli, kamu bisa coba sewa lebih dulu. Misalnya, car seat. Ada bayi yang nyaman menggunakan car seat, ada yang tidak. Jika memang sewaktu dicobain car seat sewa si bayi anteng, maka ibu tak lagi ragu membelinya.

Contoh lainnya adalah bingung membeli gendongan kanguru yang nyaman untuk si bayi, ada yang mereknya ergo baby atau mother care. Kamu bisa sewa merek yang disuka, dan dicoba ke bayinya. Membeli stroller juga perlu pertimbangan karena harganya rata-rata mahal. Kamu bisa mempertimbangkan membeli stroller model apa dan merek apa dengan mencoba yang disewakan terlebih dahulu.

2. Lebih variatif

Bayi bisa mencoba mainan yang bervariasi, disesuaikan dengan umurnya. Ini menjadi salah satu alasanku memutuskan menyewa mainan. Setiap bulannya Maetami bisa berganti mainan, mulai dari merangsang motorik, hingga kecerdasan kinestetiknya.

3. Menghemat ruang

Bisa dibayangkan rumah penuh dengan mainan bayi? Mending kalo rumah sendiri, atau rumah ngontrak. Nah, kalo rumah nebeng orang tua atau mertua, piye? Pastinya boros tempat. Setelah masa sewa berakhir, mainan sewa bisa dikembalikan lagi. Bagi kamu yang memang mempunyai ruangan khusus untuk mainan bayi, maka membeli lebih dari dua item mainan per bulan tidak masalah.

Perlengkapan bayi yang tidak digunakan lagi tak jarang menjadi sarang penyakit. Jika si bayi sudah bosan sama mainannya, otomatis disimpan dong? Jika perawatannya tak benar, banyak kuman menempel pada mainan, sehingga membawa bibit penyakit untuk anak.

4. Ramah lingkungan

Mainan anak zaman sekarang rata-rata terbuat dari plastik. Menyewa berarti kamu sudah menerapkan prinsip 3R yang ramah lingkungan. Kamu pun bisa lebih berkontribusi untuk menjaga alam. Tsaaah!

5. Irit di kantong

Alasan pamungkas ini memang tak ada duanya. Hehehe. Bayi kebanyakan cepat bosan dengan mainan baru. Mainan yang sama mungkin baru lima menit dipakai langsung dibuang atau dilempar. Ada juga mainan yang setelah seminggu digunakan langsung dikandangkan. Biaya sewa untuk satu item mainan dengan masa penggunaan enam bulan bisa lebih irit dibandingkan membelinya langsung.

Gak enaknya sewa perlengkapan bayi itu apa sih?

1. Penggantian barang rusak atau hilang

Namanya juga minjem, kalo rusak, ya ganti seharga barang yang rusak. Bayangkan jika kamu menyewa power baby ride on car alias mobil-mobilan listrik yang bisa dikendarai bayi sendiri. Harganya rata-rata Rp 2 juta. Hahaha.

2. Denda kerusakan

Masing-masing tempat persewaan perlengkapan bayi mempunyai aturan sendiri. Di Sewa Mainan Denpasar misalnya, noda permanen atau jamur dendanya 10 persen dari harga barang. Rusak atau menghilangkan bagian dari mainan dendanya 20-50 persen dari harga barang, tergantung tingkat kerusakan. Jika barang hilang, maka penyewa harus mengganti rugi senilai harga barang. Harga barang sesuai dengan harga barang pada saat barang rusak. Yang terakhir ini kayaknya hidden content banget nih. Kalo semisal harga mainan-x itu semakin mahal dibeli tahun 2017 ketimbang 2014, ya sepertinya jumlah yang digantikan adalah harga barang dengan tarif terbaru. Oemjiiii.

3. Kebersihan barang

Kita gak tahu siapa penyewa mainan anak sebelum kita. Kebersihan barang menjadi satu hal penting. Syukur-syukur jika si empu mainan rutin membersihkan mainannya. Jika mainannya disimpan di gudang gimana? Hal ini bisa diatasi dengan menanyakan kepada pihak yang menyewakan apakah mainannya sudah dibersihkan? Jika belum, penyewa sebaiknya membersihkan lebih dulu.

4. Antar jemput barang

Ada tempat sewa mainan yang barangnya harus dijemput sendiri, dan ada pula yang langsung diantar ke rumah. Enaknya sih yang langsung diantar dan dipasangin di rumah ya, biar kita sama-sama tahu kondisi kekinian barangnya. Jika ada bagian yang memang sudah rusak, sebaiknya penyewa memberi tahu pada pihak yang menyewakan. Hal ini juga untuk menghindari risiko bayar denda di hari terakhir.

Tips menyewa perlengkapan bayi

Aku lebih prefer menyewa perlengkapan dan mainan bayi yang tidak dipakai lama, dan lebih merekomendasikan membeli barang yang sekiranya dipakai lama, seperti box bayi, stroller, bouncer, dan car seat. Kamu sebaiknya memilih penyedia jasa sewa mainan yang sudah memiliki pelanggan banyak. Pelanggan banyak otomatis mainannya berkualitas bagus dan pihak yang menyewakan juga dapat dipercaya.

Kamu bisa melihat spesifikasi barang yang disewakan pihak penyedia jasa. Merek bagus relatif aman untuk bayi, apalagi mainan-mainan berbahan dasar plastik, tentunya harus BPA free dan tidak mengandung konten bahan kimia berbahaya.

Sebelum menyewa mainan, ada baiknya kamu browsing dulu mainan bayi sesuai umur dan fungsinya. Ini untuk memastikan si bayi bermain sesuai umurnya. Bayi yang baru bisa menggenggam ya jangan dikasih mainan yang berat-berat. Bayi yang belum bisa duduk, ya jangan disewakan mobil listrik, apalagi dipaksa naik odong-odong. Kekeke

Khusus mainan yang sedikit rumit atau baru dilihat pertama kali, kamu sebaiknya bertanya pada penyedia jasa bagaimana cara mengoperasikan mainan tersebut. Ini untuk meminimalisir kerusakan yang ujung-ujungnya memaksa kamu membayar denda.

Terakhir, jadilah ibu cerdas! Don’t pay hundreds for baby equipment, just rent it!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s