Kuliner

‘Mojok’ Berbuka Puasa di Pojok Sudirman

20170529_160451.jpg

Menemukan tempat berbuka puasa di Kota Denpasar tidak sulit. Salah satu lokasi terbilang baru dan populer di kalangan anak-anak muda dan wisatawan adalah Pojok Sudirman di Jalan PB Sudirman. 

Lokasi ini cukup strategis, berada di perempatan Sudirman yang berdekatan dengan berbagai fasilitas dan pusat keramaian, seperti Kompleks Perumahan TNI Udayana, Hotel Gran Shanti, Robinson Mall, Gramedia, dan Matahari Mall. Hal yang tak kalah pentingnya adalah tempat ini berdekatan dengan dua masjid besar di ibu kota Provinsi Bali tersebut, yaitu Masjid Al-Furqon dan Masjid Agung Sudirman.

IMG_20170531_185739_325

IMG_20170531_185739_327

IMG_20170531_185739_332

IMG_20170531_185739_348

IMG_20170531_185739_331

Ragam makanan Nusantara yang dijamin halal bisa kamu temukan di sini, seperti Kedai Surabi, Bubur Ayam Geulis, Berlin’s Martabak, MENU Station, Bourjuice, dan Sop Ikan Visnoe. Ada lebih dari 12 warung yang bisa menjadi pilihan pengunjung. Lokasinya strategis sekali dan banyak pilihan menu.

Sop Ikan Visnoe

Salah satu restoran paling populer di Pojok Sudirman adalah Visnoe. Visnoe Restoran menyediakan menu-menu ikan berkualitas terbaik dan menyajikan masakan ikan bercita rasa lezat. Restoran ini mengusung konsep ‘Ikan Sehat untuk Anak Bangsa’ demi membudayakan kegiatan gemar makan ikan.

IMG_20170531_185739_330

IMG_20170531_185739_337

Pelanggan sudah bisa menikmati seporsi sop ikan dengan harga berkisar Rp 35-40 ribu saja. Semua menu di restoran ini disajikan berbahan dasar ikan yang kaya gizi itu. Ikan-ikan ini diolah dengan resep khas Nusantara, sementara beberapa lainnya diolah ala Jepang.

Bahan ikan yang diolah menjadi berbagai menu di Visnoe, salah satunya ikan baramundi. Ikan ini banyak ditemukan di perairan Singaraja, Kabupaten Buleleng dan sudah dibudidayakan masyarakat.

Kami sekeluarga beberapa kali pernah menikmati menu-menu seafood di Visnoe Sudirman. Namun, karena masih belum setahun dibuka, menu di cabang sini masih belum selengkap di Visnoe Restoran yang berada di Jalan Pelabuhan Benoa. Di sana masakan seafoodnya lebih variatif dan tempatnya lebih luas.

Visnoe Benoa
Visnoe Benoa (Foto: Visnoe Bali)

Ada Pizza Maguro Tuna (35k), Swordfish Tiradito (35k), Tuna Maguro Sashimi (25k), atau Meatball Tuna (20k). Ada juga menu yang dijual dengan sistem paket. Kamu pasti puas makan di Visnoe Benoa ini karena masakan seafoodnya perfecto dan pengen balik lagi kayak kita. Hehehe.

Sup-ikan-low
Sop Ikan Visnoe (Foto: Visnoe Bali)
Sate Tuna Maguro
Sate Tuna Maguro (Foto: Visnoe Bali)
Sop Buntut Maguro
Sop Buntut Maguro (Foto: Visnoe Bali)
Mak Jumbo
Mak Jumbo (Visnoe Bali)

Visnoe sendiri diambil dari nama dewa dalam kepercayaan Hindu, yaitu Dewa Wisnu. Ini mencerminkan kesinambungan alami dalam bisnis perikanan Visnoe yang terintegrasi, mulai dari unit usaha penangkapan ikan, penangkaran, dan rumah makannya.

Konsep 5N

Pojok Sudirman mengusung konsep 5N, yaitu Ngemil, Ngeteh, Ngopi, Nyusu, dan Ngumpul. Harga makanan di sini sangat ramah di kantong dan terjangkau, sehingga bujet mepet tak menjadi persoalan. Ini juga yang membuat warung-warung makan di sini ramai dikunjungi mahasiswa, khususnya mahasiswa Universitas Udayana.

Tempatnya enak dan kamu tak perlu takut kehabisan waktu untuk Shalat Maghrib. Kamu tinggal berjalan kaki ke masjid.

Kamu sebaiknya datang ke lokasi ini maksimal pukul 18.00 WITA, sebab Pojok Sudirman mulai ramai dipadati pengunjung menginjak pukul 19.00 WITA. Pengelola sesekali juga menghibur pengunjung dengan menghadirkan live music dan band akustik. Suasana nongkrong di pinggiran kota pun kian terasa memikat hati.

Bali menjadi provinsi yang jumlah penduduk Muslimnya terpusat di sejumlah daerah, salah satunya Denpasar, seperti Kampung Islam Kepaon, Pemogan, Kampung Jawa, dan Kampung Arab di Jalan Sulawesi. Masyarakat Bali mayoritas memang beragama Hindu, namun kerukunan umat beragama di Pulau ini tetap terjaga.

Islam menjadi agama kedua terbesar di Bali dengan jumlah penganut di atas 520 ribu jiwa atau setara 13,3 persen. Muslim berbaur di tengah umat Hindu yang memiliki ritual agama, adat, dan tradisi kental. Ini memberi warna toleransi yang indah dan menarik lebih banyak turis datang ke Pulau Dewata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s