A Note to Fairy

A Note to Fairy: 1. Berlayar ke Pontianak

Juni 2007 @Tangkaran Himakova

Sekelompok mahasiswa baru saja selesai rapat anggota ketiga membahas rencana ekspedisi tahunan, Studi Konservasi Lingkungan (Surili) 2007 di Kalimantan Barat. Tepat pukul 23.00 WIB, pertemuan yang diikuti 50 orang anggota Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata (Himakova) Institut Pertanian Bogor (IPB) itu berakhir.

Suasana tangkaran masih ramai, meski hampir tengah malam. Kantor sekretariat Himakova tepat berada di samping Laboratorium Konservasi Tumbuhan. Tempat ini tak pernah sepi setiap harinya. Beberapa mahasiswa bahkan rela menginap di sana sampai pagi.  Continue reading “A Note to Fairy: 1. Berlayar ke Pontianak”

A Note to Fairy

A Note to Fairy: 2. Heart of Borneo

Selama dua minggu, tim ekspedisi Himakova bertualang di belantara Kalimantan Barat. Bukit Baka Bukit Raya memiliki alam yang masih perawan. Kawasan konservasi ini tergabung ke dalam areal hutan yang dijuluki Heart of Borneo.

Salah satu isu lingkungan terbesar saat ini adalah hilangnya keanekaragaman hayati. Perubahan iklim dan siklus hidrologi akibat pemanasan global pastinya membawa proses adaptasi yang luar biasa bagi satwaliar di Bukit Baka Bukit Raya yang luasannya mencapai 181.090 hektare (ha).

Akses yang sulit membuat kawasan dilindungi ini jarang dikunjungi manusia. Hanya kelompok adat masyarakat Dayak yang bertahan hidup di dalamnya. Dari Pontianak, Daru mengarahkan perjalanan tim menuju Sintang dan terus ke Desa Nanga Pinoh. Perjalanan ke sana menghabiskan waktu mencapai 12 jam.  Continue reading “A Note to Fairy: 2. Heart of Borneo”

A Note to Fairy

A Note to Fairy: 3. Pemanenan S.Hut

Fairy berkonsentrasi di depan laptopnya sejak satu jam lalu. Dia menulis sedikit cerita di blognya @Ceritaperi, tentang kebahagiaannya meraih gelar akademik Sarjana Kehutanan (S.Hut) tadi pagi.

8 Oktober 2008 @ Ceritaperi

‘Pemanenan S.Hut’ adalah istilah seremonial wisuda kampus Fakultas Kehutanan IPB dihari kelulusan mahasiswanya. Upacara wisuda di IPB selalu dilaksanakan pada hari Rabu.

Rabu merupakan hari emas di IPB. Di kampus, budaya ‘Rabuan’ juga diterapkan mulai dari level mahasiswa, staf departemen, fakultas, hingga rektorat. Acara Rabuan di kampusku misalnya, selalu diisi dengan gelaran musik ‘Simfoni Rimbawan’ yang menampilkan pertunjukan seni ala anak-anak kehutanan.  Continue reading “A Note to Fairy: 3. Pemanenan S.Hut”

A Note to Fairy

A Note to Fairy: 4. Rimbawan Salah Jurusan

Fairy berjongkok keletihan setelah menyelesaikan dua set permainan bulu tangkis dengan Sasmitha. Bulu tangkis seperti mata kuliah wajib yang selama tiga bulan terakhir Fairy tekuni bersama rekan-rekannya. Terlebih, setelah mereka lulus sebagai Sarjana Kehutanan (S.Hut). Banyak sarjana angkatan Fairy yang masih bertahan di Bogor. Statusnya, sarjana fresh graduate yang menjadi job seeker sampai menemukan tempat yang nyaman untuk bekerja dan berpenghasilan.

Gedung Olah Raga (GOR) lama di Kampus IPB masih belum ramai Sabtu ini. Mungkin karena hari masih menunjukkan pukul 07.00 WIB. orang-orang kebanyakan memilih lari pagi pada jam-jam itu.

“Permainan lu tetap keren, Fay,” kata Sasmitha.  Continue reading “A Note to Fairy: 4. Rimbawan Salah Jurusan”

A Note to Fairy

A Note to Fairy: 5. Kutilang Terakhir

Fairy berjongkok keletihan setelah menyelesaikan dua set permainan bulu tangkis dengan Sasmitha. Bulu tangkis seperti mata kuliah wajib yang selama tiga bulan terakhir Fairy tekuni bersama rekan-rekannya. Terlebih, setelah mereka lulus sebagai Sarjana Kehutanan (S.Hut). Banyak sarjana angkatan Fairy yang masih bertahan di Bogor. Statusnya, sarjana fresh graduate yang menjadi job seeker sampai menemukan tempat yang nyaman untuk bekerja dan berpenghasilan.

Gedung Olah Raga (GOR) lama di Kampus IPB masih belum ramai Sabtu ini. Mungkin karena hari masih menunjukkan pukul 07.00 WIB. orang-orang kebanyakan memilih lari pagi pada jam-jam itu.

“Permainan lu tetap keren, Fay,” kata Sasmitha.  Continue reading “A Note to Fairy: 5. Kutilang Terakhir”

A Note to Fairy

A Note to Fairy: 6. Desk Baru, Semangat Baru

Januari 2010

Ketenangan Fairy menyelami mimpi terusik oleh sebuah suara yang sangat ribut. Perlahan Fairy membuka kelopak matanya.

“Ibuuuuuuuu,” sebuah teriakan terdengar semakin meninggi dinada penghabisan, berganti tangisan manja seorang gadis kecil berusia empat tahun, Syafina. Dia adalah putri Ibu Ibeth, pemilik kontrakan yang kini Fairy tempati di Jakarta.

Teriakan yang sama selalu mengawali pendengaran Fairy saat bangun tidur setiap harinya. Suara berkekuatan di atas 80 desibel itu bagaikan dering jam weker yang menandakan hari sudah melewati pukul 05.30 WIB.

Fairy memperbaiki posisi tubuhnya menjadi telentang. Ia lalu mendongak samar ke langit-langit kamar yang memutih. Satu, dua, tiga, gerakan berikutnya adalah menggeliat, menguap, mengucek mata, dan duduk dengan posisi kedua kaki tetap terbentang lurus ke depan.  Continue reading “A Note to Fairy: 6. Desk Baru, Semangat Baru”

A Note to Fairy

A Note to Fairy: 7. Berkenalan

From: Mikail_IDaily
To: [ReporterID]
Subject: Rapat Akbar Redaksi
Date: Fri, March 12 2010 / 15.00 AM

Kawans,

Semua reporter diharapkan datang pada Jumat (12/3) malam ini pukul 19.00 WIB. Kepala Newsroom Heri Ariefyanto akan memimpin rapat akbar redaksi dengan agenda sbb:

1. Sosialisasi penggunaan modem baru yang nantinya akan dibagikan secara gratis dari kantor untuk dukungan kerja kawans di lapangan

2. Sosialisasi Indonesia Daily Award 2010

3. Pendalaman proposal investigative reporting

4. Pengumuman reporter terbaik Februari-Maret 2010

Harap datang dan menyesuaikan waktu agar bisa mengikuti rapat ini bersama kawans lainnya. Bagi yang masih liputan di lapangan pada jam tersebut, harap berkoordinasi dengan newsroom.

Terima kasih

-Newsroom- Continue reading “A Note to Fairy: 7. Berkenalan”

A Note to Fairy

A Note to Fairy: 8. Jumpa di Vietopia

Rabu ini sungguh berbeda. Jalanan sekitar wilayah Jatipadang hingga Duren Tiga seperti surga yang merdeka, tak sesak seperti biasanya oleh kendaraan mobil dan motor yang berseliweran saling menyalip dan padat merayap. Tak ada yang berebut jalan dan beradu kecepatan siang itu.

Selepas konferensi pers di Kementerian Pertanian, Fairy ada jadwal liputan di Cikini. Dari Jalan Harsono RM, Fairy memutuskan tak menggunakan Transjakarta seperti biasa melainkan bus Kopaja P20 yang langsung menurunkannya persis di depan lokasi liputan. Jika harus naik Transjakarta, Fairy harus melewati beberapa kali transit yang panjang.

Kopaja P20 mulai sesak begitu melewati Mampang Prapatan. Banyak penumpang memberhentikan Kopaja jurusan Lebak Bulus – Kota itu. Penumpang umumnya naik lewat pintu depan. Abang kondektur berseliweran memeriksa penumpang yang baru naik dan menarik bayaran ongkos Rp 2.000 per orang.  Continue reading “A Note to Fairy: 8. Jumpa di Vietopia”

A Note to Fairy

A Note to Fairy: 9. Bandung, 1650-1651

Fairy baru saja merebahkan dirinya di kasur yang menurutnya menjadi sangat nyaman disaat tubuhnya begitu lelah. Belum sampai lima menit ia menikmati istirahat itu, sebuah pesan baru datang dari Kang Maik. Dua minggu terakhir, karena dua orang wartawan ekonomi sedang cuti sakit dan cuti liburan, Fairy sering mendapat order tugas menggantikan liputan keduanya.

@Mikail: Fay, sorry nih dadakan. Besok (jumat) sampai Minggu km bs ke Bandung? Ikut pelatihan moneter Bank Indonesia, cover Nira yang lagi libur.

Fairy membaca deretan pesan itu dengan wajah malas. Dugaannya ternyata benar.  Continue reading “A Note to Fairy: 9. Bandung, 1650-1651”

A Note to Fairy

A Note to Fary: 10. Awal yang Baru

Lima bulan berlalu, hubungan Genta dan Fairy semakin dekat. Fairy masih saja nyaman dengan pertemanannya. Namun, Genta sudah tak sabar mengungkapkan perasaan khusus yang disimpannya untuk Fairy sejak mereka bertemu di Citarik dulu. Dengan segenap keberanian yang dia miliki, Genta bermaksud mengutarakannya segera.

Malam ini akan menjadi malam terakhir penutup 2010, tepatnya 31 Desember. Genta ingin memberikan kejutan pada perempuan yang disukainya sejak lama itu. Ia ingin mendapatkan hati Fairy sepenuhnya. Genta memacu mobilnya menuju kawasan Medan Merdeka setelah mendapatkan kabar dari Tria bahwa Fairy liputan terakhir di kantor pusat BUMN sekitar pukul 16.00 WIB. Ia melirik jam tangannya, dan Fairy sepertinya sudah selesai.  Continue reading “A Note to Fary: 10. Awal yang Baru”