Captain Bogara

CAPTAIN BOGARA, I LOVE YOU: 13. Berpisah Sementara [SELESAI]

Rifki tak membiarkanku untuk mengantarkannya ke bandara Rabu pagi itu. Pesawatnya akan boarding jam 5 pagi dan rasanya aku tak bisa menyusulnya bersama Damri dari Pasar Minggu.

[START CHAT @05.30 WIB on Nov 06, 2013]

Rifki M Bogara:

“Pagi sayangku. Mas sudah di bandara.”

Mutia ‘Muthe’ Ramadhani:

“Pagi Mas. Semoga Allah melancarkan semua rencana kita ya. Amin.”

Rifki M Bogara:

“Amin Ya Rabbal Alamin. Semoga semuanya lancar selalu. I love you.”  Continue reading “CAPTAIN BOGARA, I LOVE YOU: 13. Berpisah Sementara [SELESAI]”

Captain Bogara

CAPTAIN BOGARA, I LOVE YOU: 12. Thor dan Captain Philips

Minggu, 3 November 2013 @ Universitas Pancasila, Pejaten Phillips, My Room

Kusempatkan lagi membahas beberapa soal latihan yang semalam kubaca. Ayah, Ibu, dan Mak Uwo, setelah acara pertunanganku , sudah berada di tempat Sandi, di Depok. Mereka bilang, mereka tak ingin menganggu konsentrasiku belajar. Jadi mereka memutuskan untuk tidak menginap di kosanku Sabtu dan Minggu ini.

Pukul 07.30 WIB aku sudah berada di Fakultas Hukum, Universitas Pancasila. Aku bersyukur aku mengikuti ujian seleksi CPNS Kementerian Kehutanan di kampus adikku. Aku juga bersyukur Sandy mau menjemputku ke Pejaten dan mengantarkanku ke kampusnya, menembus kemacetan Ragunan yang juga ramai oleh pengunjung. Entah mereka adalah pengunjung kebun binatang itu, atau mereka yang juga menggunakan jalur yang sama untuk menuju kampus UP.  Continue reading “CAPTAIN BOGARA, I LOVE YOU: 12. Thor dan Captain Philips”

Captain Bogara

CAPTAIN BOGARA, I LOVE YOU: 11. Pertunangan

“I dreamed of a simple wedding. My house filled with family and friends who would pray for my happiness. Then, I asked him, what kind of a wedding he wished for? He said, one that only would make me as his wife.”

1394376_10202371798325230_218150695_n

Sabtu, 2 November 2013 @ Omah Pincuk, Pejaten, Pasar Minggu

Hari bahagia itu akhirnya datang, hari pertunangan Rifki dan aku. Meski ibu sudah mematikan lampu kamarku semalam, jujur, aku masih sulit tertidur lelap, memikirkan acara esok hari.  Continue reading “CAPTAIN BOGARA, I LOVE YOU: 11. Pertunangan”

Captain Bogara

CAPTAIN BOGARA, I LOVE YOU: 10. Janji Kembali

“Aku suka ketika tak sedetikpun kamu lepaskan genggaman tanganmu dariku. Aku suka satu jam kebersamaan kita di bandara sebelum kepulanganmu ke Kupang. Aku suka melihat wajahmu sedikit mengernyit karena tak tahan dengan kopi pahit yang salah kamu pesan. Aku suka setelah kamu mengecup keningku di sana, aku masih bisa mencium wangi parfummu di tanganku. Aku suka kamu menjadi orang terakhir yang kuajak berbicara sebelum aku pergi tidur. Aku suka karena itu semua membuatku sadar bahwa aku ingin menghabiskan masa depanku bersamamu, Mas.”  Continue reading “CAPTAIN BOGARA, I LOVE YOU: 10. Janji Kembali”

Captain Bogara

CAPTAIN BOGARA, I LOVE YOU: 9. Hari Kunjungan

1 Agustus 2013, aku sudah berada di rumahku, Pasaman Barat, Sumatra Barat. Keesokan harinya, Rifki menyusul pulang dari Kupang ke Jakarta dan berangkat melakukan perjalanan tour dengan mobil ke Padang bersama keempat anggota keluarganya.

Pada 5 Agustus 2013, Rifki memenuhi janjinya untuk berkunjung ke rumahku, berkenalan dengan ayah dan ibu. Oh, Tuhan, betapa penyayangnya dia. Aku merasa seperti sedang berada di dunia matriks yang serba cepat. Kurang dari satu bulan berkenalan Rifki sudah mengutarakan niatnya untuk menikahiku. Baru satu bulan usia pacaran kami, Rifki memenuhi janjinya untuk bertemu kedua orang tuaku.

“Aku selalu berdoa padamu, Ya Allah. Berikanlah rasa cinta yang bisa mendekatkan kami padaMu. Berikanlah kami (Rifki dan aku) cinta yang senantiasa menuntun kami lewat jalan kebaikan.”  Continue reading “CAPTAIN BOGARA, I LOVE YOU: 9. Hari Kunjungan”

Captain Bogara

CAPTAIN BOGARA, I LOVE YOU: 8. Bertemu Mama Bogara

[START CHART / 22 Juni 2013]

Rifki M Bogara:

“Banyak BTS yang mati sayang. Aku pusing sendiri.”

Mutia ‘Muthe’ Ramadhani:

“Captain, semangat ya? I wanna hold your hand, give you spirit. Tapi sekarang, aku cuma bisa bilang, semangat sayang.”

Rifki M Bogara:

“Itu udah lebih dari cukup sayang. Chat dengan Tia seperti ini bisa ngurangin pusing. Hehehe. Satu pasien sudah hampir sembuh 80 persen, pasien yang satunya lagi 50 persen. Christian bantuin pasien yang satu lagi.”

Mutia ‘Muthe’ Ramadhani:

“Tia temani Mas ya? Anything I can do, tell me.”  Continue reading “CAPTAIN BOGARA, I LOVE YOU: 8. Bertemu Mama Bogara”

Captain Bogara

CAPTAIN BOGARA, I LOVE YOU: 7. Belanda vs Indonesia, Aku vs Kamu

“Biarkan dirimu dicintai oleh orang yang benar-benar mencintaimu, orang yang benar-benar peduli denganmu. Terlalu banyak waktu membuatmu kadang lupa dan buta dengan pencarianmu sendiri. Sudah waktunya untuk mengakhiri ini. Sudah waktunya membiarkan dirimu dicintai.”

Jumat, 7 Juni 2013 @19.00 WIB/20.00 WITA

Aku masih di kantor pukul 18.30 WIB. Padahal ini Jumat, yang berarti besok adalah akhir pekan. Kantor masih ramai karena ternyata malam ini ada pertandingan persahabatan antara timnas senior Indonesia dengan timnas Belanda di Gelora Bung Karno.  Continue reading “CAPTAIN BOGARA, I LOVE YOU: 7. Belanda vs Indonesia, Aku vs Kamu”

Captain Bogara

CAPTAIN BOGARA, I LOVE YOU: 6. Pasar Kenari Denganmu

Kukira pertemuan dengan Rifki hanya sebatas Sabtu itu saja. Tapi ternyata Rifki menghubungiku kembali keesokannya.

Bogara:

“Tia. Hari ini masuk kerja kah?”

Muthe:

“Gak Ki. Muthe gak piket hari ini. Ada yang bisa dibantu?”

Bogara:

“Tahu Pasar Kenari dimana? Rifki mau beli sesuatu di sana.”

Muthe:

“Pasar Kenari itu ada di Salemba Ki. Dekat dengan Kampus UI. Pasar kabel-kabel listrik itu kan?”

Bogara:

“Iya. Kalo gak sibuk, Tia mau temani Rifki?”  Continue reading “CAPTAIN BOGARA, I LOVE YOU: 6. Pasar Kenari Denganmu”

Captain Bogara

CAPTAIN BOGARA, I LOVE YOU: 5. Jumpa Pertama

“Mas, aku tidak bisa mengatakan bahwa aku menyukaimu ketika pertama kali kita bertemu, atau saat kita bersama untuk kedua kalinya. Tapi, aku ingat saat pertama kali aku melihatmu berjalan ke arahku di Central Park –Taman Anggrek itu, aku menyadari, sejak hari itu seluruh dunia tersenyum padaku.”

Sebuah pesan whatsapp dari Rifki masuk sewaktu aku sedang mengetik berita di kantorku, Kamis, 30 Mei 2013. Di pesan itu, Rifki mengabarkan niatnya untuk libur akhir pekan ke Jakarta. Awalnya, aku mengira wajar saja itu dilakukannya. Toh, keluarganya ada di Bekasi. Dia juga pulang mungkin untuk bertemu Pak Indra di sini. Tapi, siapa sangka Rifki menyebutkan bahwa dia ingin bertemu denganku.  Continue reading “CAPTAIN BOGARA, I LOVE YOU: 5. Jumpa Pertama”

Captain Bogara

CAPTAIN BOGARA, I LOVE YOU: 4. Papa Bogara dan Aku

Aku tidak pernah menyangka akan berkenalan dengan anak pembimbing luar skripsiku, Pak Indra Arinal. Sekitar 2009, aku melakukan penelitian untuk tugas akhir di Suaka Alam Marapi, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Pertama kali aku berkenalan dengan Pak Indra sekitar 2008 akhir.

Waktu itu, aku ditawari penelitian oleh seniorku di Fakultas Kehutanan (E’37), Kak Erlinda Cahya Kartika, yang juga staf di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat di Padang. Kak Linda, suatu hari, mengirimkan pesan padaku bahwa Pak Indra sedang ada di Bogor, tepatnya di Hotel Safari Cisarua. Itu adalah kesempatan bagus untukku bertemu beliau dan mengajukan diri untuk penelitian di wilayah kerjanya.

Aku lupa harinya, tapi sore itu aku seharusnya ikut praktikum di Departemen Hasil Hutan. Aku putuskan minta izin dan mengambil kelas pengganti dihari lain. Kusempatkan mengurus surat perizinan penelitian ke Tata Usaha kampusku di Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata IPB. Usai mengirimkan pesan singkat pada Pak Indra, beliau bersedia bertemu denganku di hotel itu sekitar pukul 16.30 sore seusainya rapat.  Continue reading “CAPTAIN BOGARA, I LOVE YOU: 4. Papa Bogara dan Aku”