Film

The Revenant: Bangkit dari Kematian

20th century fox
Foto: 20th Century Fox

Libur Imlek 8 Februari lalu aku dan mas kembali ke bioskop. Hehehe. Sejak the Martian rilis September 2015, nyaris tak ada satupun film yang menarik perhatian kami, hingga akhirnya muncul the Revenant. Lumayan lama juga puasa nontonnya ya? ^_^

Tak butuh waktu lama hingga kami memutuskan untuk menonton film yang dibintangi Leonardo DiCaprio ini. Kami kian tertarik saat membaca nama Tom Hardy di dalamnya. Yah, semoga saja tahun ini Leonardo mengantongi Oscar perdananya yaaaa. Amiiin.

Menonton film ini membuatku takjub, takut, bertanya-tanya dalam hati kapan filmnya kelar? Brutal banget, kasihan Leo, tapi rasa penasaran mengalahkan semua rasa itu dan membuat mataku melek selama 2,5 jam mantengin penderitaannya. Hiks hiks. Bagaimana tidak? Adegan hujan panah di menit awal film ini dimulai, darah berceceran dimana-mana, tubuh Leo yang dicabik-cabik beruang, saat dia dikubur hidup-hidup oleh teman seperjalanannya sendiri, makan daging mentah, mengeluarkan isi perut kuda dan tidur di dalamnya agar tubuh tetap hangat di tengah badai salju. Hueeek. Untungnya si dedek di perutku bisa diajak kompromi, meski mas di beberapa adegan menutupi mataku untuk tidak menyaksikan adegan seluruhnya. GOKIL!!!  Continue reading “The Revenant: Bangkit dari Kematian”

Film

Transporter 4: Refueled Kurang Nge-gas

Foto: Flickr
Foto: Flickr

Tidak ada nama, tidak boleh bertanya, tidak boleh terlambat, dan kencangkan sabuk pengaman. Inilah seperangkat aturan yang ditetapkan Frank Martin, seorang pengemudi elit juga terampil di seri film Transporter. Frank dibayar mahal untuk mengantar siapapun kliennya tepat waktu ke lokasi yang dituju, sembari memberikan perlindungan total, meski harus membahayakan nyawa, melanggar hukum, dan aturan berlalu lintas.

Continue reading “Transporter 4: Refueled Kurang Nge-gas”

Film

Maze Runner 2: Pelarian Gladers Mencari the Right Arm

Foto: Wikia
Foto: Wikia

Minggu, 13 September 2015 adalah penayangan perdana ‘Maze Runner 2: the Scorch Trials.’ Just information, film seri the Hunger Games, Maze Runner, dan the Giver tak pernah kutonton sekalipun. Alasannya sederhana, tidak begitu tertarik karena merasa konsep cerita ketiga film ini sama. Hehehe. Apalagi Maze Runner 1 waktu itu rilisnya deket-deketan sama Teenage Mutant Ninja Turtles Agustus tahun lalu.

Karena Pak Bogara bersedia mengulas cerita pertama dan janji bakal download-in Maze Runner 1 untukku, maka ajakan nonton bareng pun diterima. Berhubung film pertamanya baru selesai kutonton pekan lalu, so baru bisa nulis ulasan sekuelnya hari ini. Semoga belum begitu terlambat yaaa, baru sembilan hari sejak filmnya rilis. Selamat membaca, happy people  🙂 Continue reading “Maze Runner 2: Pelarian Gladers Mencari the Right Arm”

Film

Inside Out: There’s No Way to Avoid Sadness in Life

Dari kiri ke kanan: Fear, Sadness, Joy, Disgust, Anger (Foto: Wikia)
Dari kiri ke kanan: Fear, Sadness, Joy, Disgust, Anger (Foto: Wikia)

Kita bisa mengungkapkan segudang alasan mengapa kebahagiaan merupakan emosi yang sangat penting dalam hidup. Banyak penelitian menunjukkan orang yang bahagia bisa hidup lebih lama. Orang bahagia lebih sehat dan awet muda. Orang bahagia bisa memecahkan permasalahan lebih cepat karena selalu berpikiran positif. Orang bahagia memiliki lebih banyak keberuntungan sebab mereka selalu optimistis, lebih fokus melihat peluang dan kesempatan ketimbang risiko dan tantangan.

Film animasi terbaru Pixar berjudul Inside Out mengajarkan pada kita bahwa emosi yang dimiliki manusia itu beragam. Setidaknya ada lima emosi paling dominan, yaitu Joy (Bahagia, disuarakan oleh Amy Poehler), Fear (Takut, Bill Hader), Anger (Marah, Lewis Black), Sadness (Sedih, Phyllis Smith), dan Disgust (Jijik, Mindy Kaling). Kelimanya mengendalikan kehidupan kita secara bergantian.  Continue reading “Inside Out: There’s No Way to Avoid Sadness in Life”

Film

Hitman, Adaptasi Video Game Penuh Energi Kekerasan

Foto: Movie News
Foto: Movie News

Film adaptasi video game tampaknya akan menjadi tren Hollywood selanjutnya setelah tokoh-tokoh komik Marvel sukses menyapu industri perfilman dunia beberapa tahun terakhir. Film berdasarkan cerita video game yang menurut penilaianku sukses antara lain Tomb Raider, Resident Evil, juga animasi Wreck It Ralph dan Tekken: Blood Vengeance. Meski demikian, tak semua film yang disadur dari perangkat game konsol ini sukses memuaskan penonton, seperti Street Fighter, Silent Hill Revelation, Final Fantasy, dan sekarang, HitmanContinue reading “Hitman, Adaptasi Video Game Penuh Energi Kekerasan”

Film

MI5:RN, Petualangan Spionase Seorang Ethan Hunt

Foto: Forbes
Foto: Forbes

Mission Impossible 5: Rogue Nation (MI5:RN) akhirnya rilis juga setelah empat tahun penantian (kalo ditambah satu tahun lagi, Om Tom Cruise sudah bisa ikut pemilu. Hehehe). Agen legendaris the Impossible Missions Force (IMF), Ethan Hunt yang diperankan Cruise kembali main kucing-kucingan, kali ini dengan CIA dan sebuah organisasi kejahatan internasional yang menamakan dirinya the Syndicate. Organisasi ini dikepalai oleh Solomon Lane, mantan agen senior Badan Intelijen Inggris, MI6 yang superciamik menyembunyikan kerahasiaan identitas mereka.  Continue reading “MI5:RN, Petualangan Spionase Seorang Ethan Hunt”

Film

Minions atau Meh-nions? Yang Penting Ketawa

Foto: Denver Channel
Foto: Denver Channel

Setelah memenangkan hati penonton usai menjadi asisten penjahat super, Gru pada dwilogi ‘Despicable Me,’ sosok minion semakin diidolakan banyak orang. Selagi mempersiapkan jilid ketiganya, Pierre Coffin ditemani Kyle Balda mencetuskan ide film spin off berjudul ‘Minions’ yang baru saja dirilis 16 Juni 2015. Di mall dan toko mainan banyak kita jumpai boneka minion, bantal minion, tas minion, gantungan kunci minion, hingga terakhir ada iklan buku tulis minion. Ya, minion tahun ini dirilis cukup tepat, sewaktu anak-anak Indonesia libur sekolah menyambut tahun ajaran baru.  Continue reading “Minions atau Meh-nions? Yang Penting Ketawa”

Film

Nonton Dino-Dino Keren di Jurassic World

Bangun tidur disuatu pagi akhir pekan 13 Juni 2015, mas tiba-tiba meraih ponsel di sampingnya. Aku yang masih setengah mengantuk terjaga dan ikut memperhatikan apa yang dilakukan mas, eh ternyata dia membuka aplikasi Cinemax dan melihat sejumlah film hari itu.

Terakhir kalinya 23 Mei lalu mas mengajakku menonton Tomorrow Land. Pagi ini, begitu melihat Jurassic World, wajahnya tampak girang. Ya, sebagai pasangan suami istri yang sama-sama movieholic jelas saja menonton di bioskop sembari merebahkan kepala di bahu masing-masing adalah cara paling romantis menghabiskan akhir pekan. Menandai kalender film-film menarik yang coming soon, membahas review film bersama, saling mengulas scene-scene atau dialog yang sedikit membingungkan sangat kami nikmati. Lupakan candle light dinner di restoran mahal atau wisata ke taman hiburan. Mohon maaf yang tidak sepakat. Hehehe.

“Jurassic World udah tayang ni. Sore nonton yuk?” tanya mas padaku.

Aku pun tersenyum, “Oke, captain,” jawabku.  Continue reading “Nonton Dino-Dino Keren di Jurassic World”