Anak Kacang

Koleksi Menu MPASI Baby Mae

646d0e5e-ca3b-43b0-9f31-340d0c499776.jpg

Semua ibu yang mempunyai anak pertama pastinya akrab dengan kata ‘first time,’ mulai dari first time melahirkan, first time menyusui, first time mengurus bayi, hingga first time memberi makanan padat (Makanan Pendamping ASI/ MPASI) untuk si kecil.

MPASI rumahan itu kelihatannya aja ribet. Padahal, kalo ibu niat dan suka eksplor berbagai menu, MPASI rumahan itu gampang even buat seorang working mom sepertiku. Tujuan akhirnya, semua kandungan gizi dan nutrisi yang masuk ke tubuh bayi terpantau, sehingga pertumbuhan bayi, khususnya di 1.000 hari pertamanya optimal.  Continue reading “Koleksi Menu MPASI Baby Mae”

Anak Kacang

Perlengkapan & Mainan Bayi: Beli atau Sewa?

CYMERA_20170123_095030.jpg

Minggu siang setelah paginya gagal piknik karena hujan, iseng-iseng aku, mas, dan putri kecil kami, Maetami main ke Kids Station di Mall Bali Galeria. Siapa sih yang gak betah muter-muter di toko mainan anak atau baby shop? Apalagi cari baby gears buat anak sendiri. Hepi sih, tapi kening langsung berkerut begitu melihat label harga yang tertera di masing-masing item.

Mainan paling murah buat bayi itu harganya 200 ribuan dan itu pun remeh banget itemnya. ELC mini activity cube misalnya, harganya mencapai Rp 250 ribu dan kalo yang giant bisa Rp 850 ribu. Duh Emen, mending ibun nabung emas, nambah saham, atau beli ORI lagi, nak (tuh, kan, lari ke ekonomi lagi bahasanya) 😀 Belum lagi kalo nanti anak cepat bosan dan nyuekin mainannya. Makin nyesek dan makan hati deh si emak.

Aku pun seperti makan buah simalakama, antara keinginan untuk membelikan Mae mainan baru, dengan efisien mengelola keuangan keluarga. Bukannya gak mampu beli, tapi worth it to buy gak sih?  Continue reading “Perlengkapan & Mainan Bayi: Beli atau Sewa?”

Anak Kacang

Akhirnya Mae Buka MP(u)AS(a)I Juga

cymera_20161211_070524

Suatu hari Bibip, pengasuh Mae menggendong anak kacang di halaman rumah. Temannya yang juga pengasuh anak tetangga sebelah bertanya begitu mengetahui Mae sudah berumur lima bulan.

“Dikasih makan apa di rumah?”
“Masih ASI.”
“Masih ASI? Air putih udah dikasih?”
“Belum mba, masih ASI.”
“Kasihan, ini Bayu dan Adit pas 4 bulan udah makan pisang sama minum air putih.”  Continue reading “Akhirnya Mae Buka MP(u)AS(a)I Juga”

Anak Kacang

Mauliate, Inang! Roller Coaster Perjalanan Meng-ASI

14650083_1828773177342030_3252328863071485603_n.jpg
Foto: Inang

Pak Pos JNE mengklakson motornya di depan rumahku, sebuah kiriman datang dari seorang sahabat di Bogor tiga pekan lalu. Tiga kantong booster ASI @10 pcs dengan merek INANG, terbuat dari daun torbangun (Coleus amboinicus Lour).

INANG? Setelah cek di KBBI, arti dari INANG salah satunya adalah perempuan yang merawat (menyusui dan sebagainya) anak tuan-nya (seperti anak raja atau anak pembesar). Pas banget penamaannya dengan fungsi dari teh daun ini. Continue reading “Mauliate, Inang! Roller Coaster Perjalanan Meng-ASI”

Anak Kacang

Jangan Takut Demam, Nak!

CYMERA_20160914_110227 (1).jpg

Senin (12/9) malam Mae baru saja diimunisasi rotavirus dan diberi suntikan Invasive Pneumococcal Disease (IPD). Sudah empat kali dienjus dokter sejak lahir, Mae belum pernah panas tinggi, paling cuma rewel sebentar dan nempel terus ke ibunnya. Aku sudah menduga di imunisasi kelimanya bayi kacangku bakalan demam. Benar saja, keesokan harinya pas aku cek suhu tubuhnya menggunakan termometer, panas badan Mae sudah 38’C.

Mae masih ceria, tapi tidak aktif seperti biasa. Dia masih bisa tersenyum saat kusapa selamat pagi, namun tanpa disertai tendangan kaki dan tangannya. It’s heartbreaking to see Maetami is not well.  Continue reading “Jangan Takut Demam, Nak!”

Anak Kacang

My Birth Story (2): Serangan Panik Si Ibu Baru

CYMERA_20160713_165850

Sejak Mae lahir, setiap minggunya ada saja hal-hal baru terjadi padanya yang membuatku dan suami panik. Rasanya berlebihan jika aku menyebut diriku terkena postpartum syndrome karena alhamdulillah berkat support keluarga kami bisa merawat Mae bersama. Hanya saja, memang ada beberapa kondisi Mae yang jujur membuatku khawatir dan hampir seluruhnya terkait dengan kondisi fisiknya. Itu dimulai dari hal-hal sederhana, seperti napasnya yang kadang melenguh seperti ada yang menyumbat hidungnya, cegukan, ruam popok, sampai jerawat di kepalanya.  Continue reading “My Birth Story (2): Serangan Panik Si Ibu Baru”