Anak Kacang

Ajak Bayi ‘Batuta’ ke Bioskop

IMG_20170423_211439_326.jpg

Orang bilang, “Semakin banyak nikmat Tuhan yang kamu terima, semakin siap kamu melepaskan banyak hal.” Kalimat ini cocok dengan kondisiku saat ini. Menikah dengan Rifki, memiliki Mae, keluarga yang menyayangi, rasanya sempurna sudah hidupku.

Sayangnya menjadi ibu beranak satu tentunya tak sebebas melajang dahulu. Perjalanan spontan ke mall atau bioskop sebelumnya mungkin saja hal biasa, namun kini menjadi perjalanan langka.  Continue reading “Ajak Bayi ‘Batuta’ ke Bioskop”

Anak Kacang

Koleksi Menu MPASI Baby Mae

646d0e5e-ca3b-43b0-9f31-340d0c499776.jpg

Semua ibu yang mempunyai anak pertama pastinya akrab dengan kata ‘first time,’ mulai dari first time melahirkan, first time menyusui, first time mengurus bayi, hingga first time memberi makanan padat (Makanan Pendamping ASI/ MPASI) untuk si kecil.

MPASI rumahan itu kelihatannya aja ribet. Padahal, kalo ibu niat dan suka eksplor berbagai menu, MPASI rumahan itu gampang even buat seorang working mom sepertiku. Tujuan akhirnya, semua kandungan gizi dan nutrisi yang masuk ke tubuh bayi terpantau, sehingga pertumbuhan bayi, khususnya di 1.000 hari pertamanya optimal.  Continue reading “Koleksi Menu MPASI Baby Mae”

Anak Kacang

Perlengkapan & Mainan Bayi: Beli atau Sewa?

CYMERA_20170123_095030.jpg

Minggu siang setelah paginya gagal piknik karena hujan, iseng-iseng aku, mas, dan putri kecil kami, Maetami main ke Kids Station di Mall Bali Galeria. Siapa sih yang gak betah muter-muter di toko mainan anak atau baby shop? Apalagi cari baby gears buat anak sendiri. Hepi sih, tapi kening langsung berkerut begitu melihat label harga yang tertera di masing-masing item.

Mainan paling murah buat bayi itu harganya 200 ribuan dan itu pun remeh banget itemnya. ELC mini activity cube misalnya, harganya mencapai Rp 250 ribu dan kalo yang giant bisa Rp 850 ribu. Duh Emen, mending ibun nabung emas, nambah saham, atau beli ORI lagi, nak (tuh, kan, lari ke ekonomi lagi bahasanya) 😀 Belum lagi kalo nanti anak cepat bosan dan nyuekin mainannya. Makin nyesek dan makan hati deh si emak.

Aku pun seperti makan buah simalakama, antara keinginan untuk membelikan Mae mainan baru, dengan efisien mengelola keuangan keluarga. Bukannya gak mampu beli, tapi worth it to buy gak sih?  Continue reading “Perlengkapan & Mainan Bayi: Beli atau Sewa?”

Anak Kacang

Peralatan Perang MPASI Mae

bacasitus.jpg
Foto: Bacasitus

ASI eksklusif (ASIX) Maetami insya Allah akan selesai dua pekan lagi. Enam bulan sudah perjalanan meng-ASI-ku yang penuh drama. Anak kacang siap-siap masuk ke tahap selanjutnya, yaitu makan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Anak pertama tentunya membuat ibun dan papanya rempong, bahkan bikin kepo nenek guru, andung utan, kakek sawit, dan nenek sawitnya di penjuru Nusantara sana (mulai lebayyyyy).  Continue reading “Peralatan Perang MPASI Mae”

Anak Kacang

My Birth Story (2): Serangan Panik Si Ibu Baru

CYMERA_20160713_165850

Sejak Mae lahir, setiap minggunya ada saja hal-hal baru terjadi padanya yang membuatku dan suami panik. Rasanya berlebihan jika aku menyebut diriku terkena postpartum syndrome karena alhamdulillah berkat support keluarga kami bisa merawat Mae bersama. Hanya saja, memang ada beberapa kondisi Mae yang jujur membuatku khawatir dan hampir seluruhnya terkait dengan kondisi fisiknya. Itu dimulai dari hal-hal sederhana, seperti napasnya yang kadang melenguh seperti ada yang menyumbat hidungnya, cegukan, ruam popok, sampai jerawat di kepalanya.  Continue reading “My Birth Story (2): Serangan Panik Si Ibu Baru”

Anak Kacang

My Birth Story (1): Menyambut Mae

IMG_20160626_115853

Semuanya blur dan dalam hitungan detik pandanganku gelap. Aku kehilangan seluruh kesadaran begitu dokter memberi anestesi epidural lewat suntikan di tulang belakangku. Tujuannya untuk memblok semua rasa sakit selama operasi sesar berlangsung. Tenaga yang kuhabiskan 33 jam sebelumnya untuk berjuang demi bisa bersalin normal membuat kondisiku sudah mencapai batasnya. 

Usai disuntik, tubuhku mati rasa terutama dari bagian perut ke bawah. Selanjutnya, aku percayakan dan serahkan semuanya pada Allah SWT dan juga sejumlah dokter dan perawat yang mengelilingiku. Mas bilang, tak sampai satu jam kemudian, gadis mungil buah hati kami lahir ke dunia. She finally came, our lovely daughter joined us in the world 2 days before her due date. Mae yang berarti mutiara, demikian panggilan sayang kami untuknya.  Continue reading “My Birth Story (1): Menyambut Mae”